Posts tagged “Tarakan

Pertempuran Tarakan, “Pearl Harbour”-nya Indonesia

Monumen Pertempuran Tarakan diresmikan di Taman Makam Pahlawan di Loenen, Belanda.

Perangnya di perairan pulau Tarakan, Indonesia, tetapi monumennya justru ada di Belanda. Sejumlah keluarga korban didukung yayasan makam pahlawan Belanda, berinisiatif membuat tugu peringatan itu di Taman Makam Pahlawan Loenen, Belanda tengah, seperti dilaporkan Radio Nederland, Minggu (22/1/2012).

Pertempuran Tarakan disebut sebagai Pearl Harbour-nya Indonesia. Pada tanggal 19 Januari 1942, rombongan kapal perang (dua di antaranya kapal penyapu ranjau) Jepang masuk perairan pulau di Laut Sulawesi tersebut. Pasukan artileri Hindia Belanda tidak tahu bahwa sebenarnya pemerintah Belanda di Pulau Tarakan sudah menyerah.

Pasukan yang waktu itu bertugas menjaga ladang minyak, dengan meriam artileri, berhasil menenggelamkan dua kapal penyapu ranjau. Namun pasukan Jepang, kemudian berhasil menaklukkan perlawanan.

Sekalipun sudah menyatakan menyerah, 215 tentara Hindia Belanda di pulau Tarakan, tetap dieksekusi pasukan Jepang di atas kapal, dan jasadnya dibuang ke laut. Tujuh puluh persen korban lahir di Indonesia (dulu Hindia Belanda) dan 125 korban hingga kini belum diketahui namanya.

Sanak saudara -kebanyakan warga Indo Belanda- sangat menyambut baik tugu peringatan pertempuran Tarakan, karena kini mereka punya tempat untuk meletakkan bunga dan mengenang para korban.

Sumber : http://internasional.kompas.com


2012, Tarakan Tidak Ada Penerimaan CPNS

Tarakan – ini kabar buruk bagi “penggemar” tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Tarakan. Walikota Tarakan H.Udin Hianggio memastikan tahun 2012 ini pemerintah kota Tarakan tidak melakukan perekrutan pegawai negeri melalui seleksi CONS formasi umum. Ini diketahui setelah pemerintah kota melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Bagian Organisasi melakukan koordinasi dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dengan demikian, sudah dua tahun Tarakan tak menerima pegawai negeri baru, setelah tahun 2011 lalu juga tak melaksanakan perekrutan CPNS baru.

     “Hasil konsultasi dan kesepakatan kita, untuk sementara tidak ada penerimaan PNS”, kata H.Udin Hianggio kemarin. Dikatakan Walikota, jika dilihat dari jumlah PNS yang ada di Tarakan, untuk saat ini kebutuhan PNS masih terbilang cukup dan tidak mendesak untuk dilakukan penambahan. Untuk itu, sumber daya pegawai yang ada jika dimaksimalkan tentu mampu untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang ada.

     “Minimal yang sudah ada lebih ditingkatkan kinerjanya”, kata walikota usai menghadiri pengambilan sumpah janji PNS dan penyerahan SK pengangkatan CPNS menjadi PNS 100 persen di lingkungan Pemkot Tarakan, kemarin.

     Jumlah PNS yang diangkat menjadi PNS murni kemarin sebanyak 465 orang. “Mudah-mudahan sumpah dan janji mereka ucapkan dapat mereka renungkan karena itu adalah janji kepada Tuhan dan kita yang menyaksikan”, kata Walikota lagi.

     Dia menegaskan, seorang pegawai negeri harus bisa menjadi teladan di tengah masyarakat, terutama dalam menjalankan tugas karena mereka adalah abdi Negara dan abdi masyarakat. Bukan masyarakat yang mengabdi kepada PNS. “Jangan pada waktu masih CPNS saja kerjanya bagus, tapi begitu jadi PNS timbul sifat-sifat malas. Ingat! Banyak orang yang ingin menjadi PNS tapi mereka tidak punya peluang dan kesempatan”, ujar Udin.

     Kepala BKD Tarakan Asmuni mengatakan, untuk tahun 2012 ini terkait adanya moratorium yang dikeluarkan pemerintah pusat berdasarkan SKB tiga Menteri memang seluruh daerah diharapkan menghitung kembali jumlah riil pegawai sesuai arahan SK Permenpan nomor 26 tahun 2010. Untuk Tarakan, pemkot sudah membentuk tim dan sampai saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Hasilnya nanti akan kita kirimkan ke Kementrian Pendayagunaan Aparattur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk dijadikan bahan apakah daerah tersebut akan mendapat kuota PNS atau tidak.

     Penataan riil ini bertujuan untuk pendistribusian ulang penataan pegawai sesuai dengan kebutuhan. “Data sudah kita kirim tinggal menunggu hasil perhitungan riil dari Kemenpan saja”, ujar Asmuni.

     Pemerintah pusat tidak akan memberikan kuota terlebih dulu kepada daerah sebelum daerah menghitung kembali kebutuhan riil PNS di daerah. “Kalau dulu kita mengirim kuota saja, tapi  kalau sekarang harus berdasarkan kebutuhan riil”, pungkasnya. Untuk diketahui, saat ini jumlah PNS di Tarakan sebanyak 3.925 orang.

PENSIUNAN PNS WIDYAISWARA DIRUGIKAN PP

     Dari Jakarta, pemberlakuan Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, rupanya menyulitkan Widyaiswara utama dan madya. Lantaran tidak bisa mencapai angka kredit, banyak PNS yang memangku jabatan fungsional Widyaiswara utama akan pension dalam status menjalani hukuman berat. Yaitu dibebaskan dari jabatan fungsional Widyaiswara.

     “Pembebasan dari jabatan termasuk klasifikasi hukuman berat di PP 53 tahun 2010”, ungkap Ketua Umum Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) lalu Rusmiady di Jakarta, Rabu(4/1). Dia berharap regulasi tersebut ditinjau kembali karena kurang mempertimbangkan rasa keadilan. Terutama untuk sesame rumpun jabatan fungsional pengajar. Sebut saja Guru, Dosen, dan Widyaiswara.

     “Ketiga jabatan fungsional tersebut terdapat perbedaan regulasi. Jika Widyaiswara tidak dapat memenuhi KUM dalam lima tahun maka akan dikenakan sanksi pembebasan sementara dari jabatan. Sedangkan guru dan dosen tidak diberlakukan kebijakan itu”, tuturnya. Terhadap masalah ini, Lalu Rusmiady mengatakan perlu ditinjau ulang regulasi Widyaiswara yang ada. Disamping perlunya pembentukan Lembaga Sertifikasi Widyaiswara. “Jadi kalau ada Widyaiswara yang tidak kompeten berhentikan saja bukan hanya pembebasan jabatan” tegasnya.

Sumber : http://bkd.tarakankota.go.id/news280


Catatan Penulis dalam Pelatihan Pemanfaatan ICT untuk Guru SD se-Kaltim 2011

Berawal dari panggilan Dinas Pendidikan Kota Tarakan pada akhir bulan Agustus 2011, penulis diberitahu bahwa ada pelatihan ICT untuk guru SD se-Kaltim yang akan dilaksanakan pada tanggal 19-23 September 2011. Bersama Bu Etiek (SDN Utama 1) dan Bu Lina Susanti (SDN 028) berangkat pada tanggal 18 September melalui jalur udara dengan pesawat Lion Air pukul 07.00 WITA. Setelah sampai di Balikpapan, kami melanjutkan perjalanan menuju hotel “Bina Rahayu” yang beralamatkan di Jl. Juanda depan SMA 5.

Perlu diketahui bahwa pelatihan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Kaltim yang bekerjasama dengan FTIK (Fakultas Teknologi Informasi dan teknologi) Universitas Negeri Mulawarman Samarinda. Adapun materi pelatihan meliputi :

  1. Pengenalan Internet (Searching, Email, dan Facebook)
  2. Pembuatan Bahan Ajar dengan Powerpoint
  3. Pembuatan Bahan Ajar dengan Macromedia Flash
  4. Pembuatan Blog (Blogspot dan WordPress)
  5. Pembuatan Web Sederhana, Pemesanan Domain, dan Setup
  6. Pengolahan Data Excell

Penulis mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan Prop. kaltim dan Panitia dari FTIK Unmul Samarinda atas fasilitas dan ilmunya. Mudah-mudahan secara pribadi, penulis dapat terus mengembangkan apa yang telah diperoleh tentunya untuk perkembangan di dunia pendidikan Kota Tarakan.  Maju terus pendidikan Kaltim… Maju terus pendidikan Kota Tarakan.


Langit Tarakan Terbelah

Ilustrasi gambar

TARAKAN – Rabu (1/9) sore sekitar pukul 17.30 hingga 18.11 Wita, kemarin ada fenomena menarik di langit Tarakan. Di sebelah utara langit tampak terbelah oleh cahaya panjang yang terbentang seperti membelah langit. Tak pelak, senja itu warga banyak yang terkesima.

“Astagfirullah, langit Tarakan terbelah, ada apa ini,” kata warga yang tiba-tiba berhenti di sekitaran Gunung Belah. Warga yang berkendara pun berhenti untuk menyaksikan fenomena unik ini.

Banyak juga warga yang mengaitkan hal-hal gaib. Padahal ini adalah fenomena biasa. Ada penjelasan sains tentang ini?

Fenomena itu disebut Anticrepuscular Rays. Untuk memahami soal Anticrepuscular Rays, terlebih dahulu kita harus memahami soal “saudaranya” yang bernama Crepuscular Ray. Crepuscular Ray adalah suatu fenomena alam ketika cahaya matahari terlihat beradiasi dari satu titik tertentu. Radiasi cahaya ini bisa terjadi karena cahaya matahari masuk melewati celah-celah di antara awan atau objek lain dan biasanya terlihat menjelang matahari terbit atau tenggelam. Fenomena ini juga dikenal dengan sebutan Sun Rays atau Gods Rays.

Lalu apa Anticrepuscular Ray. Seperti Crepuscular ray? Anticrepuscular Ray adalah berkas sinar yang mirip dengan Crepuscular, namun terlihat berada di tempat yang berlawanan dari matahari.

Cahaya ini terjadi ketika Crepuscular Ray yang muncul dari matahari terbit atau tenggelam terlihat mengalami Konvergensi ulang di Titik Antisolar (Titik langit yang berlawanan dengan arah matahari). Fenomena ini juga terjadi karena sinar matahari terhalang oleh awan atau objek lainnya seperti crepuscular ray, namun ia terlihat di arah yang berlawanan dengan matahari. Sama seperti Crepuscular, fenomena ini juga sering terlihat ketika matahari terbit atau tenggelam.

Fenomena ini pernah terjadi di banyak tempat.  Mulai dari Jogjakarta pada 1 Juni lalu, kemudian di Nebraska, 26 Juni 2008, Florida, 27 February 2002 dan banyak lainnya.

Sumber:  http://www.radartarakan.co.id/index.php/kategori/detail/Tarakan/9542


Sekilas Kota Tarakan

Grand Mall Tarakan

Tarakan, berasal dari Bahasa Tidung, yang artinya tempat singgah (tarak) dan makan (ngakan). Sesuai dengan namanya pulau ini berfungsi sebagai tempat persinggahan atau tempat istirahat dan melakukan barter kaum nelayan dari Kerajaan Tidung pada masa sebelum datangnya kaum Kolonial Belanda.

Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3o14’23”-3o26’37” Lintang Utara dan 117o30’50”-117o40’12” Bujur Timur, terdiri dari 2 (dua) pulau, yaitu Pulau Tarakan dan Pulau Sadau dengan luas wilayah mencapai 657,33 Km2, terdiri atas wilayah daratan seluas 250,80 Km2 dan wilayah lautan seluas 406,53 Km2.

Suhu udara minimum Kota Tarakan rata-rata 24,1oC dan maksimum 31,1oC dengan Kelembaban rata-rata 84,7%. Curah Hujan dalam 5 tahun terakhir rata-rata sekitar 308,2 mm/bulan dan penyinaran rata-rata 49,82%, telah memberikan julukan tersendiri bagi pulau ini sebagai daerah yang tak kenal musim.

Data-data lain di Tahun 2006:
– Kepadatan Penduduk : 716 jiwa/km2
– Pertumbuhan Penduduk dalam kurun waktu 1999-2005 sebesar : 7,17% per tahun
– Pendapatan per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2006 (dengan Migas) : Rp 15.783.741,00
– Pertumbuhan Ekonomi tahun 2006 (dengan Migas) : 7,51%

Sumber : http://www.tarakankota.go.id