Posts tagged “planet

Planet Aneh dan Unik di Jagat Raya

Alam semesta kita begitu luasnya dan diisi benda-benda angkasa, termasuk planet dan bintang dengan jumlah tidak terhingga. Dari sejumlah planet yang sudah diketahui manusia, ada beberapa diantaranya yang aneh dan unik.

Misalnya, Planet WASP-12b. Planet ini diketahui sebagai planet paling panas yang pernah ditemukan. Suhunya, mencapai 3.200 derajat Celcius! Ini baru di permukaan saja.

Ada lagi planet lain bernama Planet Dubbed TrES-4. Ini merupakan planet terbesar yang diketahui hingga saat ini. Ukurannya 1,7 kali planet Jupiter. Sebagai perbandingan, ukuran Jupiter sendiri, 120 kali ukuran Bumi yang kita tinggali.

Selain itu, ada lagi planet yang seluruh permukaannya diisi oleh air. Berikut ini foto-foto cantik dari planet-planet unik tersebut.

https://i2.wp.com/media.vivanews.com/images/2011/04/20/109375_planet-paling-aneh-di-jagat-raya-.jpg
Planet WASP-12b adalah planet paling panas yang pernah ditemukan.
Suhu permukaannya mencapai 3.200 derajat Celcius. Letaknya 870 tahun cahaya dari bumi.
Foto: ESA/NASAhttps://i2.wp.com/media.vivanews.com/images/2011/04/20/109372_planet-paling-aneh-di-jagat-raya-.jpg
Planet Paltry memiliki 3 matahari. Jaraknya dari bumi sekitar 149 tahun cahaya.
Foto: NASA/JPL’s Planetquest/Caltech (lebih…)

Ada Lho Bagian Mars yang Berwarna Biru

Planet Mars memang terkenal dengan sebutan planet merah. Tapi, tak seluruh permukaan Mars berwarna merah ketika dicitrakan. Hasil jepretan Mars Reconaissance Orbiter NASA menunjukkan bahwa ada bagian planet itu yang berwarna biru, seperti Bumi.

Hasil jepretan yang dipublikasikan di New Scientist itu ialah bukit pasir di Kawah Rabe, wilayah berdiameter 100 kilometer di dataran tinggi belahan selatan Mars. Gundukan itu benar-benar tampak biru, seperti lautan bumi tampak dari udara.

Bukit pasir itu menutupi sebagian wilayah Kawah Rabe. Bukit pasir terbentuk dari pasir basalt di dasar kawah dan dibentuk oleh angin Mars. Citra lebih dekat menunjukkan pegunungan berstruktur mirip sidik jari, lembah, dan riak-riak.

Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa bagian gundukan pasir tampak berwarna lebih gelap dibanding wilayah kawah lain? Salah satu kemungkinannya adalah pasir di dasar kawah bukan pasir lokal, tetapi pasir dari daerah lain yang terjebak oleh kondisi topografis daerah tersebut. Tidak ada uraian mengapa wilayah tersebut berwarna biru.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/02/18/13103680/Ada.Lho.Bagian.Mars.yang.Berwarna.Biru


Astronom Ragukan Temuan Planet Baru “Tyche” di Tata Surya

Klaim penemuan planet baru di tata surya oleh John Matese dan Daniel Whitmire dari Universitas Louisiana Lafayette diragukan astronom lainnya. Bukti-bukti dan teknik perhitungan yang dilakukan kedua ilmuwan tersebut dinilai belum kuat untuk memastikan adanya kemungkinan planet baru.

Matthew Holman dari Harvard Smithsonian Institute of Astrophysics adalah salah satunya. Ia tidak memercayai keberadaan planet yang sebenarnya telah diklaim keberadaannya oleh Matese sejak tahun 1999.

“Berdasarkan beberapa paper yang saya lihat, mencermati di mana komet periode panjang datang dan temuan tanda di Awan Oort, saya tidak terpengaruh oleh bukti itu,” kata Holman. Meskipun demikian, ia mengaku belum membaca argumen terbaru yang diungkapkan Matese dan rekannya.

Sementara itu, Hal Levison, ilmuwan keplanetan dari Southwest Reasearch Institute mengatakan, “Saya belum membaca paper terbaru yang katanya memiliki analisis statistik lebih baik, yang di situ ia mengklaim keberadaan planet tersebut. Namun, di paper sebelumnya, saya tahu ia salah melakukan analisis statistik.”

Menurutnya, klaim luar biasa memerlukan bukti yang luar biasa pula. “Dan, saya yakin Matese tidak memahami bagaimana harus melakukan analisis statistik dengan benar. Saya tidak melawan idenya, tetapi sinyal yang ada sangat sedikit. Saya tidak yakin secara statistik hal itu signifikan,” lanjut Levison.

John Matese dan Daniel Whitmire dari Universitas Louisiana Lafayette telah mengklaim keberadaan kandidat planet baru di tata surya. Kandidat planet tersebut untuk sementara dinamakan Tyche dan diduga berada di bagian luar Awan Oort, sebuah lokasi “terpencil” di tata surya.

Mereka mengatakan bahwa planet Tyche diduga berada pada jarak 15.000 kali jarak Matahari-Bumi. Menurut keduanya, planet itu tersusun atas hidrogen dan helium. Jika benar ada, maka Tyche akan menjadi planet ke-9 sekaligus menggantikan posisi Pluto dan menjadi planet terbesar di tata surya.

Dua astronom tersebut menduga, keberadaan planet berdasarkan kejanggalan pada orbital komet. “Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa komet-komet di Awan Oort menunjukkan kejanggalan orbital. Pola ini mungkin merupakan indikasi keberadaan planet di sana,” kata Matese.

Menurut Matese, teleskop WISE NASA telah mengumpulkan data-data terkait. “Spektrum yang telah kami perkirakan tidak pasti, mungkin ada banyak sinyal yang berkaitan dengan obyek yang kami maksud. Mungkin butuh 2 tahun untuk menentukan lokasi sinyal itu,” tambah Matese.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/02/16/213926/Astronom.Ragukan.Temuan.Planet.Baru.di.Tata.Surya


Ditemukan Planet Baru “Tyche” di Tata Surya

Sekelompok astronom yakin bahwa mereka telah menemukan planet baru dalam tata surya. Planet tersebut diduga berukuran empat kali lebih besar daripada Jupiter dan berada pada jarak yang sangat jauh dari Matahari.

Keberadaan planet tersebut masih perlu dibuktikan. Namun, beberapa kalangan percaya bahwa bukti-bukti telah terkumpul lewat hasil observasi teleskop NASA, WISE. Data terkait temuan planet tersebut akan dipublikasikan tahun ini.

Daniel Whitmire dari Universitas Lousiana Lafayette, AS, percaya bahwa data-data bisa membuktikan keberadaan planet itu dalam dua tahun. “Jika benar, saya dan rekan saya, John Matese, akan jungkir balik. Dan, itu tidak mudah pada usia kami,” katanya.

Untuk sementara, planet itu dinamai Tyche. Nama itu diambil dari nama dewi Yunani yang menentukan nasib suatu kota. Tyche diduga merupakan planet gas raksasa, jenis planet yang sama seperti Jupiter.

Tyche diduga terdapat di bagian luar Awan Oort, sebuah kawasan “terpencil” di tata surya. Jarak planet ini dengan Matahari mencapai 15.000 kali dari jarak Matahari-Bumi atau 375 kali jarak Matahari-Pluto.

Whitmire percaya, penyusun utama Tyche adalah Hidrogen dan Helium. Ia juga mengungkapkan bahwa atmosfer planet ini mirip atmosfer Jupiter. “Anda juga bisa berharap planet ini memiliki beberapa satelit,” katanya.

Umumnya, planet yang berada di wilayah Awan Oort memiliki suhu hampir nol mutlak (-273 derajat celsius). Namun, Tyche diperkirakan memiliki suhu -73 derajat celsius, 4-5 kali lebih hangat dari Pluto.

Jika terbukti kebenaran keberadaannya, Tyche akan menjadi planet kesembilan sekaligus terbesar. International Astronomical Union (IAU) akan menjadi pihak yang menyetujui atau menolak keberadaan planet ini.

Whitmire dan Matese menduga keberadaan planet berdasarkan adanya kejanggalan pada sudut kedatangan komet yang banyak terdapat di Awan Oort. Sebesar 20 persen jumlah tertentu yang muncul sejak tahun 1898 memiliki sudut datang yang lebih besar dari seharusnya.

Kemungkinan keberadaan Tyche diungkapkan Whitmire dalam wawancaranya dengan The Independent, Minggu (13/2/2011). Hasil penelitian Whitmire itu didasarkan pada adanya kejanggalan sudut datang komet yang dipublikasikan di jurnal Icarus bulan ini.

Sumber: http://sains.kompas.com/read/2011/02/14/1842006/Ditemukan.Planet.Baru.di.Tata.Surya