Posts tagged “2012

2012, Tarakan Tidak Ada Penerimaan CPNS

Tarakan – ini kabar buruk bagi “penggemar” tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Tarakan. Walikota Tarakan H.Udin Hianggio memastikan tahun 2012 ini pemerintah kota Tarakan tidak melakukan perekrutan pegawai negeri melalui seleksi CONS formasi umum. Ini diketahui setelah pemerintah kota melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Bagian Organisasi melakukan koordinasi dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dengan demikian, sudah dua tahun Tarakan tak menerima pegawai negeri baru, setelah tahun 2011 lalu juga tak melaksanakan perekrutan CPNS baru.

     “Hasil konsultasi dan kesepakatan kita, untuk sementara tidak ada penerimaan PNS”, kata H.Udin Hianggio kemarin. Dikatakan Walikota, jika dilihat dari jumlah PNS yang ada di Tarakan, untuk saat ini kebutuhan PNS masih terbilang cukup dan tidak mendesak untuk dilakukan penambahan. Untuk itu, sumber daya pegawai yang ada jika dimaksimalkan tentu mampu untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang ada.

     “Minimal yang sudah ada lebih ditingkatkan kinerjanya”, kata walikota usai menghadiri pengambilan sumpah janji PNS dan penyerahan SK pengangkatan CPNS menjadi PNS 100 persen di lingkungan Pemkot Tarakan, kemarin.

     Jumlah PNS yang diangkat menjadi PNS murni kemarin sebanyak 465 orang. “Mudah-mudahan sumpah dan janji mereka ucapkan dapat mereka renungkan karena itu adalah janji kepada Tuhan dan kita yang menyaksikan”, kata Walikota lagi.

     Dia menegaskan, seorang pegawai negeri harus bisa menjadi teladan di tengah masyarakat, terutama dalam menjalankan tugas karena mereka adalah abdi Negara dan abdi masyarakat. Bukan masyarakat yang mengabdi kepada PNS. “Jangan pada waktu masih CPNS saja kerjanya bagus, tapi begitu jadi PNS timbul sifat-sifat malas. Ingat! Banyak orang yang ingin menjadi PNS tapi mereka tidak punya peluang dan kesempatan”, ujar Udin.

     Kepala BKD Tarakan Asmuni mengatakan, untuk tahun 2012 ini terkait adanya moratorium yang dikeluarkan pemerintah pusat berdasarkan SKB tiga Menteri memang seluruh daerah diharapkan menghitung kembali jumlah riil pegawai sesuai arahan SK Permenpan nomor 26 tahun 2010. Untuk Tarakan, pemkot sudah membentuk tim dan sampai saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Hasilnya nanti akan kita kirimkan ke Kementrian Pendayagunaan Aparattur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk dijadikan bahan apakah daerah tersebut akan mendapat kuota PNS atau tidak.

     Penataan riil ini bertujuan untuk pendistribusian ulang penataan pegawai sesuai dengan kebutuhan. “Data sudah kita kirim tinggal menunggu hasil perhitungan riil dari Kemenpan saja”, ujar Asmuni.

     Pemerintah pusat tidak akan memberikan kuota terlebih dulu kepada daerah sebelum daerah menghitung kembali kebutuhan riil PNS di daerah. “Kalau dulu kita mengirim kuota saja, tapi  kalau sekarang harus berdasarkan kebutuhan riil”, pungkasnya. Untuk diketahui, saat ini jumlah PNS di Tarakan sebanyak 3.925 orang.

PENSIUNAN PNS WIDYAISWARA DIRUGIKAN PP

     Dari Jakarta, pemberlakuan Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, rupanya menyulitkan Widyaiswara utama dan madya. Lantaran tidak bisa mencapai angka kredit, banyak PNS yang memangku jabatan fungsional Widyaiswara utama akan pension dalam status menjalani hukuman berat. Yaitu dibebaskan dari jabatan fungsional Widyaiswara.

     “Pembebasan dari jabatan termasuk klasifikasi hukuman berat di PP 53 tahun 2010”, ungkap Ketua Umum Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) lalu Rusmiady di Jakarta, Rabu(4/1). Dia berharap regulasi tersebut ditinjau kembali karena kurang mempertimbangkan rasa keadilan. Terutama untuk sesame rumpun jabatan fungsional pengajar. Sebut saja Guru, Dosen, dan Widyaiswara.

     “Ketiga jabatan fungsional tersebut terdapat perbedaan regulasi. Jika Widyaiswara tidak dapat memenuhi KUM dalam lima tahun maka akan dikenakan sanksi pembebasan sementara dari jabatan. Sedangkan guru dan dosen tidak diberlakukan kebijakan itu”, tuturnya. Terhadap masalah ini, Lalu Rusmiady mengatakan perlu ditinjau ulang regulasi Widyaiswara yang ada. Disamping perlunya pembentukan Lembaga Sertifikasi Widyaiswara. “Jadi kalau ada Widyaiswara yang tidak kompeten berhentikan saja bukan hanya pembebasan jabatan” tegasnya.

Sumber : http://bkd.tarakankota.go.id/news280

Iklan

NASA: Tak Ada Bukti Kiamat pada 2012

Film 2012

Bulan Desember 2011 tinggal 21 hari lagi, lalu warga Bumi akan merayakan kedatangan tahun 2012–tahun baru yang membangkitkan harapan baru sekaligus juga dibayang-bayangi isu kiamat.

Menyambut tahun baru, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali menegaskan tak bakal ada kiamat di tahun depan. Apalagi, di tanggal 21 Desember 2012, yang disebut-sebut sebagian kalangan akan menjadi akhir dunia.

Yang benar, tanggal itu menandai winter soltice atau hari pertama musim dingin. Selain itu, tak ada yang istimewa. “Jadi, semua orang bisa tidur nyenyak pada 21 Desember tahun depan,” kata astronom NASA sekaligus manajer Program Objek Dekat Bumi di Laboratorium Jet Propulsion, Don Yeomans, seperti dimuat situs sains Space.com, Jumat kemarin, 9 Desember 2011.

“Apa yang istimewa dari tanggal 21 Desember 2012?” kata Yeomans. “Tak ada, meski banyak orang menduga itu adalah akhir dunia.”

Sejumlah alibi yang dipakai untuk menguatkan argumen kiamat itu pun dipatahkan NASA.

Ramalan Bangsa Maya

Salah satu yang diajukan sebagai bukti klaim “kiamat 2012” adalah kalender Bangsa Maya yang berakhir 21 Desember 2011.

Menurut Yeomans, kalender Maya tak ubahnya kalender modern yang panjangnya 365 hari. Bedanya, mereka mengukur waktu dalam periode lebih panjang, seperti dekade, abad, dan milenium–dalam versi modern. “Perhitungan pendek adalah 52 tahun, yang panjang 5.125 tahun yang berakhir 21 Desember 2012. Setelah itu akan dimulai kalender baru. Bangsa Mata tak pernah memprediksi tanggal itu adalah akhir dunia,” kata Yeomans.

Dia mengaku terkejut saat masuk ke mesin pencari Google dan mengetik kata kunci ‘bencana 2012’. “Hasilnya 35 juta lebih. Ternyata banyak orang khawatir dengan tanggal itu.”

Planet X atau Nibiru

Kekhawatiran lain adalah soal keberadaan Planet “Nibiru” atau “Planet X” yang diduga akan menabrak Bumi.

Yeomans mengatakan, adalah pecinta UFO Nancy Leider yang mengaku melakukan kontak dengan alien dari rasi bintang Zeta Reticuli. Leider kali pertama meramalkan Nibiru akan membawa bencana bagi dunia pada Mei 2003. Setelah tak terbukti, ia mengubah prediksinya menjadi 21 Desember 2011.

“Tak ada bukti tentang keberadaan Nibiru,” kata dia. Dugaan bahwa Nibiru bersembunyi di balik Matahari, juga disanggah. “Kalau benar ia tak bisa selamanya berada di balik Matahari, semestinya kita sudah melihatnya bertahun-tahun lalu.”

Bagaimana dengan tudingan bahwa NASA dan para astronom bersekongkol untuk menyembunyikan keberadaan Nibiru? “Tak ada satu cara pun di muka bumi ini untuk memaksa para astronom diam.”

Planet berjajar

Juga ada anggapan efek gravitasi dari planet yang saling berjajar satu sama lain akan membawa bencana bagi Bumi. “Tapi tak ada kesejajaran planet pada 21 Desember 2012,” kata Yeomans.

Kalaupun itu terjadi, tak bakal ada masalah. Satu-satunya yang punya efek gravitasi signifikan pada Bumi adalah Bulan dan Matahari, misalnya pasang surut–yang sudah berlangsung selama jutaan tahun.

Badai matahari

Kekhawatiran lain adalah badai matahari–lontaran partikel energi matahari. Ini secara rutin terjadi 11 tahun sekali. Saat badai matahari mencapai bumi, ia dapat menciptakan aurora, bisa merusak satelit dan listrik. “Namun tak ada kerusakan permanen yang ditimbulkan,” kata Yeomans.

Badai matahari super kuat tercatat pernah terjadi pada 1859. Saat itu kerusakan yang ditimbulkan relatif kecil, namun bisa berakibat fatal jika terjadi saat ini, di mana masyarakat sangat bergantung pada perangkat elektronik.

Meski demikian, masih kata Yeomans, “Tak ada bukti itu bakal terjadi pada 21 Desember 2012. Apalagi, badai matahari terkuat sekalipun tak akan menjadi penyebab kiamat, seperti yang dikhawatirkan sejumlah orang.”

Pergeseran kutub bumi

Bumi punya dua kutub geografis–selatan dan utara–yang menandai sumbu rotasi, yang terkait dengan medan magnet yang membuat jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara.

Beberapa orang khawatir, dua kutub itu saling bertukar pada 2012. Menurut Yeomans, pergeseran memang dimungkinkan dalam skala waktu 500.000 tahun. Tak bisa serta merta. “Tak ada fakta yang mendukung itu akan terjadi 21 Desember 2012,” kata Yeomans. “Kalaupun itu terjadi, tak ada masalah berarti. Kita tinggal mengubah kompas, utara menjadi selatan. Dan sebaliknya.”

Sumber: http://teknologi.vivanews.com/news/read/271078-nasa–tak-ada-bukti-kiamat-terjadi-2012