Posts tagged “sains

Ayoo, Menjadi Saksi Transit Venus, Sekali Seumur Hidup

NASA Transit Venus 8 Juni 2004

Fenomena astronomi langka, Transit Venus, akan terjadi pada Rabu, 6 Juni 2012.

Secara sederhana, fenomena Transit Venus adalah mampirnya Planet Venus di permukaan Matahari. Venus berada di antara Matahari dan Bumi. Karena piringan Venus kecil, maka saat transit, planet kedua terdekat dari Tata Surya ini akan tampak sebagai bintik hitam yang bergerak di permukaan matahari.

Fenomena ini terakhir terjadi pada tahun 2004 lalu. Periode terjadinya fenomena ini adalah 8, 121, 5, 8, dan 105,5 tahun. Setelah tahun ini, Transit Venus baru akan terjadi tahun 2117. Maka dari itu, pantaslah bila fenomena ini disebut sekali seumur hidup.

Pada 6 Juni nanti, transit akan terjadi sekitar pukul 05.14 hingga 11.50 WIB. Fenomena ini hanya bisa diamati dengan teleskop. Komunitas astronom amatir di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung berencana mengajak publik menikmatinya.

Wilayah Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat hanya berkesempatan melihat sebagian proses transit. Sementara itu, wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua berkesempatan melihat proses transit dari awal hingga akhir.

(lebih…)


10 Penemuan Sains Terbaik Dunia 2010

Planet di luar tata surya

Para ilmuwan dari berbagai bidang seperti kimia, astronomi, biologi, arkeologi, dan palaentologi telah berhasil menemukan fakta-fakta spektakuler dalam sains. Berikut ini adalah penemuan sains terbaik sepanjang tahun 2010 yang dipublikasikan oleh Majalah Times. Di antara daftar penemuan terbaiknya, terdapat satu penemuan yang merupakan keberhasilan ilmuwan asal Indonesia.

1. Dinosaurus Bertanduk

Bulan September tahun ini, para ilmuwan resmi menamai satu golongan baru dinosaurus yang disebut Kosmoceratops. Berat badan golongan dinosaurus tersebut mencapai 2500 kilogram. Dan, yang membuatnya unik adalah adanya 15 buah tanduk di kepalanya.

Kosmoceratops sebenarnya telah ditemukan pada tahun 2007, namun para ilmuwan baru bisa mengidentifikasinya tahun ini. Golongan dinosaurus itu diduga hidup 76 juta tahun yang lalu di wilayah yang kini dikenal dengan nama Utah, Amerika Serikat.

2. Muons dan Pembentukan Alam Semesta

Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah materi dan anti materi yang dihasilkan sebelum big bang haruslah berbeda. Hanya perbedaan itulah yang memungkinkan terciptanya semsta.

Sebelumnya, perbedaan itu hanya mungkin dalam teori. Hingga tahun ini, percobaan partikel di Fermilab menemukan bahwa muons (partikel sub atomik seperti halnya elektron) yang dihasilkan memiliki kelebihan 1% anti muons.

Perbedaan muons dan anti muons tersebut memang tidak terlalu banyak. Namun, para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah itu cukup untuk memacu terciptanya semesta.

3. Bulan Lebih Basah Daripada Sahara

Misi Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) berhasil menemukan keberadaan air di bulan, tepatnya di wilayah kutub selatan bulan. Jumlah air di permukaan bulan yang ditemukan dalam riset tersebut sangat mengejutkan, lebih dari 50% dari yang diharapkan.

Air yang terdapat di kutub selatan bulan itu terdapat dalam bentuk es yang tercampur dengan materi lain. Para peneliti mengatakan, es tersebut bisa diolah menjadi air murni. Hl itu bisa menghemat biaya misi pendaratan ke bulan sebab tak perlu membawa air dari bumi.

4. Piramid Mexico Teotihuacan

Para arkeolog yang meneliti Piramid Mexico Teotihuacan berhasil menemukan koridor selebar 12 kaki lengkap dengan bagian atapnya. Dengan penemuan koridor tersebut, para arkeolog berharap bisa mengetahui jalan menuju pemakaman para rabi atau pemimpin agama dalam peradaban Mexico tersebut.

5. Gen Penyebab Penuaan

Mengapa orang-orang tertentu tampak cepat tua? Para ahli genetika menemukan bahwa hal tersebut disebabkan oleh ulah gen TERC. Gen tersebut menentukan panjang telomer, semacam tutup yang terdapat pada ujung kromosom.

Orang pembawa gen itu akan cenderung mengalami penuaan lebih cepat sebab telomernya akan memendek lebih cepat. Orang yang membawa satu copy gen itu misalnya, akan tampak sama tua dengan orang yang 3-4 tahun lebih tua darinya.

Penelitian tentang gen TERC itu dipublikasikan dalam Jurnal Genetics.

6. Planet Ekstra Surya

Para peneliti menemukan bahwa terdapat banyak sekali planet di luar tata surya. Salah satunya adalah planet HIP 13044b yang ditemukan oleh Astronom asal Indonesia, Johny Setiawan. Planet tersebut sebenarnya merupakan planet ekstra surya tetapi masuk ke galaksi Bima Sakti.

Penemuan planet ekstra surya lainnya adalah adanya 7 planet yang mengorbit pada bintang HD 10180. Sementara, penemuan planet lainnya yang juga memukau adalah Gliese 581g, planet ekstra surya dikatakan mengorbit bintangnya pada jarak yang tak terlalu pnas ataupun dingin, seperti bumi mengorbit matahari.

(lebih…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.